Social Icons

Pages

Monday, October 16, 2017

Foto van de oude stad van Semarang Jaman Dahulu

Semarang (Old Samarang) adalah sebuah kota di pesisir utara Jawa, Indonesia. Ibukota Jawa Tengah (Jawa Tengah) memiliki luas permukaan 373,67 km² dan sekitar 1,5 juta jiwa, menempati urutan ke 5 dalam daftar kota-kota besar di Indonesia. Semarang merupakan pelabuhan penting selama masa penjajahan Belanda. Kota ini terkenal dengan populasi warga keturunan Tiongkok yang besar. Nama kota itu muncul dari kontraksi kata (asam jawa) dan arang (jarang). Julukannya adalah "Kota Jamu" (Herbal Drinking City) karena ramuan herbal yang terkenal.

Sejarah Semarang berasal dari abad ke 9, yang kemudian dikenal sebagai Bergota. Pada akhir abad ke-15, seorang Arab bernama Kyai Pandan Arang mendirikan sebuah desa dan sebuah sekolah Islam di desa nelayan ini. Pada tanggal 2 Mei 1547, sultan Hadiwijaya dari Pajang menyatakan bahwa Kyai Pandan Arang sebagai bupati pertama Semarang, yang menciptakan budaya dan politik Semarang.

Pada tahun 1678, putra Matanam Amangkoerat II mengalihkan kontrol atas Semarang ke United East Indian Companion (VOC) sebagai bagian dari pembayaran pinjaman. Pada tahun 1682, negara bagian Semarang didirikan oleh gubernur kolonial Belanda. Pada tanggal 5 Oktober 1705, setelah bertahun-tahun masa pendudukan, Semarang menjadi kota VOC resmi, ketika Pakubuwono I mengakhiri sebuah kesepakatan dengan VOC untuk mendapatkan ganti rugi hutang Mataram. Ini menjadi ibu kota Jawa Tengah pada tahun 1708. VOC dan kemudian pemerintah Hindia Belanda menciptakan perkebunan tembakau di wilayah tersebut dan mengenalkan jalan dan kereta api, menjadikan Semarang sebagai pusat perdagangan kolonial utama.

Orang Jepang menduduki kota ini, seperti wilayah Jawa lainnya, selama Perang Dunia Kedua dalam perjuangan untuk Great Ocean. Selama pendudukan, Semarang dikelola oleh seorang gubernur militer bernama Shico dan dua wakil gubernur yang salah satu dari Jepang dan salah satu komite lokal.

Setelah kemerdekaan Indonesia di tahun 1945, Semarang menjadi ibu kota Jawa Tengah.










Sumber foto : berbagai sumber di internet (google images) yang diakses antara tahun 2015 sd 2017.

================================================

Semarang (oude spelwijze: Samarang) is een stad aan de noordkust van het eiland Java, Indonesië. Het is de hoofdstad van de provincie Midden-Java (Jawa Tengah), heeft een oppervlakte van 373,67 km² en ongeveer 1,5 miljoen inwoners, waarmee het de 5e plaats inneemt op de lijst van grote steden in Indonesië. Semarang was een belangrijke haven tijdens de Nederlandse koloniale periode. De stad staat bekend om zijn grote Chinese bevolkingsgroep. De naam van de stad is ontstaan uit een samentrekking van de woorden asem (tamarinde) en arang (zelden). Haar bijnaam is "Kota Jamu" (De kruidendrankjesstad) vanwege de bekende fabrieken voor kruidendrankjes.

De historie van Semarang gaat terug tot de 9e eeuw, toen stond het bekend als Bergota. Aan het einde van de 15e eeuw stichtte een Arabier genaamd Kyai Pandan Arang een dorp en een islamitische school in dit vissersplaatsje. Op 2 mei 1547 verklaarde sultan Hadiwijaya van Pajang Kyai Pandan Arang tot de eerste bupati (burgemeester) van Semarang, waarmee cultureel en politiek gezien Semarang ontstond.

In 1678 droeg soenan Amangkoerat II van Mataram de controle over Semarang over aan de Verenigde Oostindische Compagnie (VOC) als een onderdeel van een afbetaling van een lening. In 1682 werd de staat Semarang opgericht door de Nederlandse koloniale bewindvoerders. Op 5 oktober 1705, na jaren van bezetting, werd Semarang officieel een VOC-stad, toen soesoehoenan Pakubuwono I een overeenkomst met de VOC sloot in ruil voor de kwijtschelding van Matarams schulden. Het werd in 1708 tevens de hoofdstad van midden-Java. De VOC en later de Nederlands Oost-Indische overheid creëerden tabaksplantages in de regio en legden wegen en spoorwegen aan, waardoor Semarang een belangrijk koloniaal handelscentrum werd.

De Japanners bezetten de stad, net als de rest van Java, tijdens de Tweede Wereldoorlog in de strijd om de Grote Oceaan. Gedurende de bezetting werd Semarang bestuurd door een militair gouverneur genaamd Shico en twee vicegouverneurs waarvan een van Japanse en een van lokale komaf.

Na de Indonesische onafhankelijkheid in 1945 werd Semarang de hoofdstad van de provincie Midden-Java.



No comments:

Post a Comment

Mohon kripik dan saran :

 

Produk Baru

Produk Sponsor

Produk Baru

Produk Baru
 
Blogger Templates