Social Icons

Pages

Tuesday, November 11, 2014

Wisata Kuliner Semarang : Lunpia



Semarang yang secara histori merupakan kota pelabuhan yang cukup ramai dikunjungi para pedagang dan wisatawan dari mancanegara merupakan salah satu kota dengan daya pikat wisata kuliner khusus. Boleh dikatakan Semarang merupakan salah satu surga bagi pecinta kuliner . Taku kurang warga negara Belanda, Jepang, Portugis, Perancis, Tiongkok dan Arab sejak jaman kerajaan telah singgah di Semarang.


Hal ini membuat makin beragam dan budaya yang ada di Semarang. Makanan yang merupakan salah satu budaya juga mengalami hal sama. Semakin kaya akan cita rasa. Masakan khas Jawa Tengah banyak ditemui di ibukota provinsi Jawa Tengah ini. Kota ini menjadi kota yang multi etnis, yang tentunya dibarengi dengan masakan yang bercita rasa “multi etnis” pula. Masakan yang “multi etnis” terkadang hanya ada di Semarang saja.


Bermacam masakan kuliner peninggalan masa kerajaan dan masa penjajahan belanda masih bisa ditemui di kota di pesisir utara pulau Jawa ini.


Sebut saja lunpia yang telah menjadi salah satu ikon kota Semarang. Lunpia Semarang begitu digemari tiak hanya oleh warga Semarang, tapi juga oleh warga kota lainnya.  


Jajanan ringan ini mirip dengan martabak yang digulung dengan isian berupa tumisan rebung (bambu muda) , telur dan udang.  Sebenarnya makanan ini merupakan tradisi turun temurun keluarga keturunan Tiongkok.  Makanan ini pertama dibawa ke Semarang pada tahun 1930 oleh seorang keturunan Tiongkok bernama Tjoa Thay Yoe

Cita rasa lumpia semarang adalah perpaduan rasa antara Tionghoa dan Indonesia karena pertama kali dibuat oleh seorang keturunan Tionghoa yang menikah dengan orang Indonesia dan menetap di Semarang, Jawa Tengah. Makanan ini mulai dijajakan dan dikenal di Semarang ketika pesta olahraga GANEFO diselenggarakan pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.

Terdapat beberapa jenis lumpia Semarang dengan cita rasa yang berbeda. Pertama aliran Gang Lombok (Siem Swie Kiem), kedua aliran Jalan Pemuda (almarhum Siem Swie Hie), dan ketiga aliran Jalan Mataram (almarhumah Siem Hwa Nio). Ketiga aliran ini berasal dari satu keluarga Siem Gwan Sing–Tjoa Po Nio yang merupakan menantu dan putri tunggal pencipta lumpia Semarang, Tjoa Thay Yoe–Wasih dan yang terakhir adalah lumpia Jalan TanggaMus (Ny. Mechtildis Tyastresna Halim) lumpia nya bulat-bulat dan gurih



Sekarang ini sudah banyak penjual lunpia di Semarang. Beberapa yang terkenal adalah Lunpia Gang Lombok, Lunpia Mataram, Lunpis Tanggamus, Lunpia Warung Siem dan Lunpia Mbak Lien Pemuda.


Ada 2 jenis lunpia yang bisa kita nikmati, yaitu lunpia basah dan lunpia kering / goreng. Keduanya sama- sama nikmat. Apalagi jika dicocol dengan saus kental yang ditaburi cacahan bawang putih, cabe rawit dan bawang merah yang masih muda lengkap dengan daunnya.  
 
Sumber : 
  • Brosur yang diterbitkan Dinas Budpar Kota Semarang 
  • Gambar :  resepcaramemasak (dot) info dan bandung(dot)panduanwisata(dot)com

9 comments:

  1. aku suka banget dengan lumpia semarang. di kota bandung ada yang jualan lumpia semarang dan rasanya gak jauh berbeda dengan yang aslinya di semarang, maknyus!!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak Tira, di Bandung ada? Di mana ya..? salam kenal mbak :D

      Delete
  2. Ke semarang belum lengkap rasanya kalo gak beli lumpianya ya...memang mantaap..!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya lah mbak. Dimana lagi bisa makan makanan kecil hasil percampuran budaya semacam ini? :D

      Delete
  3. Lunpia, pernah rasain nya memang maknyuss sekali...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul pak...... rasanya yang unik gak mudah dilupakan

      Delete
  4. Oleh-oleh wajib kalo ke Semarang neh, Pak, makasih juga beberapa tempat yang direkomendasikan tersebut layak dikunjungi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya pak. Mudah kok menemukannya , kalo gak ketemu kontak saya aja pak, nanti tak antar :D

      Delete

Mohon kripik dan saran :

 

Produk Baru

Produk Sponsor

Produk Baru

Produk Baru
 
Blogger Templates