Social Icons

Pages

Monday, May 4, 2015

Roti Ganjel Rel , Resep Warisan Jaman Belanda yang Khas dan Bercitarasa Unik dari Semarang

Ganjel Rel dalam bahasa Indonesia artinya (Kayu) Penganjal Rel Kereta Api. Nah roti khas Semarang ini namanya diambil dari situ. Bentuknya mirip dengan kayu itu (Dulu penganjal rel kereta api dari kayu, bukan dari besi eperti sekarang ini) . Jenis roti yang lezat ini mulai susah dijumpai, meski di Semarang sendiri. Banyak yang mencari makanan berwarna coklat memikat ini, harus blusukan ke pasar Johar, pasar tradisional terbesar di Semarang.



Roti ini kurang terkenal karena agak alot dan tekstur agak kasar, tapi rasa dan sensasi saat makan sungguh membawa kita ke sebuah cita rasa klasik jaman pendudukan Belanda di Semarang. Rasanya begitu khas. Ganjel rel kurang dikenal karena katanya sulit dikonsumsi. Padahal  menurut para ahli roti sangat baik bagi pencernaan. Roti ini merupakan salah satu oleh-oleh khas Semarang.

Ganjel rel cukup istimewa. Makan beberapa potong saja sudah sanggup mengenyangkan perut. Ingat cerita ibu saya dulu , satu roti bisa untuk bekal ke sekolah. Makan sedikit kenyangnya bisa seharian. Roti ini berbentuk kotak dan berwarna coklat bertabur wijen, rasa roti ini ber cita rasa kayu manis. Teksturnya ulet dan padat dipadu dengan aroma coklat dan kayu manis yang nendang di lidah.

Roti ini mendapat tempat tersendiri pada tradisi menjelang Ramadhan di Semarang. Acara pembagian kue ganjel rel di tengah tradisi menjelang Ramadan menjadi acara yang dinanti warga. Ribuan warga bahkan rela berdesakkan untuk memperoleh kue tersebut, karena dipercaya mampu memperkuat diri ketika menjalankan ibadah puasa. Ganjel rel atau yang biasa disebut kue gambang yang selalu menjadi rebutan masyarakat Kota Semarang saat perayaan Dugderan, nama acara tradisi menjelang Ramadhan di Semarang ini .

Resepnya masih asli dari jaman Belanda. Belum berubah sedikitpun. Nama aslinya adalah roti gambang tapi masyarakat Semarang lebih mengenalnya dengan nama “ganjel rel”. Rasanya manis karena menggunakan campuran gula aren. Cocok sekali untuk teman minum teh seperti nonik Belanda dan juga karena roti ini padat jadi sangat cocok sekali untuk sarapan.

Sekilas ada kemiripan antara roti ganjel dengan onde-onde. Keduanya bertabur biji wijen. Namun soal bentuk dan rasa tentus saja berbeda. Karena merupakan roti khas festival Dugderan, maka permintaan roti ini akan meningkat saat bulan Ramadhan tiba. Mungkin karena permintaan pasar yang cenderung melonjak saat bulan puasa tiba inilah yang menjadikan roti ganjel rel tidak diproduksi setiap hari. Roti yang resep aslinya dibuat dari singkong ini awalnya memiliki tesktur yang agak alot sehingga tidak mudah untuk dikonsumsi. Seperti yang telah diketahui bersama, tepung singkong memiliki sifat kenyal.

20 comments:

  1. Wah keluarga doyan banget ini. Sayang sekarang udah jarang ya :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. masih ada di beberapa tempat, tapi yang berdasar resep asli sudah mulai menghilang.

      Delete
    2. Kalo deket rumah sudah nggak ada mas :(

      Delete
  2. Wah aku baru tau ttg roti ini... sekilas mirip roti jahe yg bikinan Lauw (toko roti jaman dulu jg nih), tp mgkn beda kali yaah...

    Efeknya dahsyat sekali, bisa kenyang seharian :)

    Salam kenal :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal dari Semarang :D
      Orang Semarang juga banyak yamh kurang kenal roti khas Semarang ini, apalagi untuk yang lahir tahun 1995 keatas ...

      Delete
  3. Kelihatannya enak nih dan belum pernah aku makan roti yang bertekstur keras tapi namanya Ganjel Rel. Aku pikir emang nih roti dibuat ganjel rel hahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha, mungkin dibuat keras biar mirip ganjel rel asli ...:D

      Delete
  4. Mantap nih roti, bikin kenyang...

    ReplyDelete
    Replies
    1. sekali makan kenyangnya 20- 24 jam ... hehehehe

      Delete
  5. Berarti kalau mau nyari roti ini mesti ke Pasar Johar Mas? Ancer-ancer posisi yang jual deket apa ya? Nuwun.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Posisi jelasnya kurang tahu mas karena waktu itu saya juga dibelikan tetangga. Tapi saya pernah beli sendiri di Toko Roti Dyriana Jl Pandanaran , coba aja mas

      Delete
  6. Pernah makan tapi sudah lupa rasanya, pingin ngerasain lagi :D

    ReplyDelete
  7. Kalau di Jakarta namanya roti gambang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di Semarang kadang di sebut roti gambang juga ...

      Delete
  8. Artikelnya bagus, ijin share di http://ksmtour.com yaa.. Terima kasih

    ReplyDelete

Mohon kripik dan saran :

 

Produk Baru

Produk Sponsor

Produk Baru

Produk Baru
 
Blogger Templates