Social Icons

Pages

Thursday, February 4, 2016

Menghabiskan Liburan Akhir Pekan Di Lawang Sewu Yang Fenomal

Jika Anda berencana untuk menghabiskan libur akhir pekan ini untuk berwisata namun bingung mau kemana, kami rekomendasikan Anda untuk datang dan mengunjungi Lawang Sewu. Yups salah satu lokasi wisata terbaik yang ada di Semarang ini telah menjadi ikon dari Kota Lumpia.

Apa saja keunikan yang ada di Lawang Sewu ? Daripada penasaran yuk simak beritanya dibawah ini.

Jika Anda ingin berlibur dengan budget sedikit dan tempat yang bagus, yuk kunjungi Lawang Sewu, karena disini kita cukup membayar tiket masuk sebesar Rp 10.000. Sedangkan jika Anda penasaran dan ingin melihat langsung ruang bawah tanah yang terkenal itu, Anda bisa membayar Rp 30.000 dan menyusuri ruang yang gelap dan penuh dengan lorong.

Apa saja keunikan yang bisa kita temukan di Lawang Sewu ?
Ada banyak keunikan disini, salah satunya adalah bangunan yang begitu besar berada di pusat kota dengan arsitektur ala Belanda dan desain yang masih kuno. Bangunan yang sempat diibiarkan dan tidak diurus dengan baik ini telah mendapat perhatian yang baik dari pemerintah setempat sehingga sampai saat ini Lawang Sewu masih berdiri gagah dan membuat Semarang lengkap denga kisah di zaman penjajahan.

Didalam gedung Lawang Sewu ini kita bisa belajar banyak tentang sejarah, karena dulu tempat ini pernah menjadi kantor KAI Belanda. Tak heran bila didepan gedung ini dibangun pemberhentian kereta serta miniatur kereta api kuno.

Selain itu terdapat bangunan-bangunan kecil yang melengkapi keindahan Lawang Sewu. Mungkin yang membuat Lawang Sewu adalah banyak pintu-pintu yang terdapat disetiap ruangan. Banyak masyarakat yang datang dan menghabiskan waktu di Lawang Sewu untuk berfoto dan mengambil gambar terbaik.

Sekarang ini Lawang Sewu telah dirawat dengan baik, terbukti dengan tumbuhnya tanaman hias yang mempercantik gedung Lawang Sewu ini, rumputnya yang hijau bisa menjadi tempat peristirahatan bagi para pengunjung.

Selain itu kita juga bisa menyaksikan berbagai pameran yang sering dilaksanakan di gedung dengan puluhan pintu ini. Sebenarnya di gedung Lawang Sewu jumlah pintunya hanya berkisar sampa ratusan, namun karena banyaknya inilah yang membuat masyarakat menyebutnya sebagai Lawang Sewu.


Diatas gedung ini kita bisa melihat keindahan kota Semarang dari atas, melihat Tugumuda yang berada persis didepan Lawang Sewu dan beberapa kantor pemerintah yang menjulang tinggi.

Tuesday, February 2, 2016

Serunya Belajar Seni di Contemporary Art Gallery Semarang


Buat kalian yang hobi foto-foto atau bahkan sedang menekuni dunia fotografi, kami merekomendasikan Anda untuk mengunjungi Contemporary Art Gallery Semarang, sebagai salah satu tempat untuk Anda kunjungi di waktu libur.

Didalam gedung Contemporary Art Gallery Semarang, terdapat banyak lukisan yang unik dan abstrak, biasanya tempat ini akan ramai pengunjung setiap hari libur tiba. Yang membuat Contemporary Art Gallery Semarang unik adalah letaknya yang berada di kawasan lama kota Semarang dengan arsitektur gedung yang masih kuno dan terjaga dengan baik.

Lokasi Contemporary Art Gallery Semarang ini adalah di Jalan Taman Srigunting Nomor 5-6. Gedung ini dulunya telah banyak mengalami renovasi, sehingga sampai sekarang masih berdiri dengan baik dan dimanfaatkan sebagai tempat untuk menyimpan benda unik dan antik.

Sejarah Contemporary Art Gallery Semarang
Berdasarkan cerita, gedung yang digunakan sebagai Contemporary Art Gallery Semarang ini dulunya pernah diruntuhkan dan dibangun lagi di tahun 1918, cukup lama juga yaa ? Dan telah tercatat bahwa gedung ini pernah menjadi gedung asuransi dengan nama De Indische Lloyd yang beroperasi pada tahun 1937.

Sehingga pada akhirnya di tahun 2007 seorang seniman dan juga kolektor benda-benda kesenian, Chris Darmawan ini melakukan renovasi dan menggunakannya sebagai tempat penyimpanan benda-benda kesenian, baik itu lukisan, patung, kendaraan dan berbagai macam peninggalan kuno, sehingga tak heran tempat ini ramai dikunjungi oleh banyak orang saat ini. Contemporary Art Gallery Semarang resmi dibuka tahun 2008 dan isinya pun masih cukup sederhana.

Jika Anda berminat untuk datang dan merasakan wisata kota lama di Semarang, cukup datang ke Contemporary Art Gallery Semarang dengan membayar tiket masuk sebesar Rp 10.000 saja. Disini Anda bisa menikmati semua lukisan unik, benda-benda bersejarah dan antik. Tempat yang memiliki 2 lantai ini dikelilingi oleh gedung-gedung tua disekitarnya. Saat pertama kali Anda masuk kawasan kota lama Semarang, Anda akan merasakan kehidupan para masyarakat di era Belanda yang penuh dengan keunikan.

Selain bisa menikmati hasil seni di puluhan tahun lalu, Anda juga bisa bermain disekitar Taman Srigunting yang menyediakan fasilitas untuk berkumpul bersama atau sekedar duduk dan menikmati indahnya kota lama Semarang. Ada Gereja Blenduk yang unik dan disini pula Anda bisa menikmati bis tingkat untuk berkeliling dan menikmati kota Semarang.

Friday, October 23, 2015

Wedang Tahu Semarang


Sepanjang yang kita tahu tahu hanya dipergunakan untuk memasak saja. Tapi di Semarang makanan berbahan dasar kedelai ini dibuat satu jenis minuman lho. Sangat rugi jika Anda yang dari luar kota tidak mencicipi menu minuman yang satu ini pas berkesempatan ke Semarang. Apalagi jika Anda main ke Semarang pas malam hari, wah ini wajib dinikmati bersama keluarga atau teman. Memang tidak banyak penjual wedang tahu di Semarang. Tapi justru itu, membuat minuman yang disajikan dalam mangkuk kecil ini semakin istimewa.

Minuman dari tahu yang mirip bubur ini memiliki tekstur yang sangat lembut. Dari bau dan warna kuahnya, kita akan tahu bahwa bahan dasar kuahnya adalah jahe yang bisa bikin badan kita tambah hangat. Perpaduan rasa tahu halus yang gurih dan rasa manis pedas kuahnya sungguh menggoda lidah.

Ada dua jenis penjual wedang tahu di Semarang, yaitu yang menetap di warung dan yang berkeliling menggunakan pikulan. Keduanya sama – sama asik lho. Yang penjual keliling pikulan sering dilihat penulis di sekitar Chinatown atau pecinan. Diwilayah yang lebih dikenal dengan nama Gang Pinggir. Lainnya berkeliling disekitar jalan Mataram Semarang. Sedangkan yang berjualan di warung ada di Jalan Gajahmada dan di Jalan Setiabudi Banyumanik Semarang. Yang di Jalan Setiabudi sudah buka dari siang hari hingga pukul 10 malam.

Kabarnya, wedang tahu ini aslinya menu minuman khas Tiongkok. Di Semarang sendiri wedang yang sudah makin langka ini muncul pada abad 19 saat penjajahan Belanda di Indonesia. Dibawa oleh para imigran ke Semarang sehingga menjadi minuman khas Semarang.

Dengan hanya 1 lembar lima ribuan atau 5 lembar seribuan kita sudah bisa merasakan hangatnya minuman yang sudah ada sejak jaman Belanda ini. Cukup murah kan? Gak perlu mengeluarkan uang banyak untuk mencicipi minuman sehat yang mengandung anti oksidan dari sari kedelai ini.
Bisa dilihat dari bahan – bahan pembuatnya yang juga sangat sehat seperti susu kacang kedelai , agar agar putih, dan garam untuk tahu lembutnya. 


Sedangkan untuk kuahnya dibuat dari gula pasir, gula merah, jahe, daun pandan, daun jeruk,  kayu manis, cengkeh, dan garam. Tanpa bahan kimia dan bahan tambahan buatan. Sehat segar. Nikmat dinikmati dalam kondisi masih hangat kuahnya. Hehehehe.

 

Produk Baru

Produk Sponsor

Produk Baru

Produk Baru
 
Blogger Templates